Jangan Lewatkan, Puncak Gerhana Bulan Total 31 Januari selama 76 Menit

Semarang -zonapasar.com- Menyambut gerhana bulan total 31 Januari mendatang Tim Observasi Bulan (TOB) Pascarasarjana UIN Walisongo bekerjasama dengan Tim Hisab Rukyat (THR) Menara Al-Husna Masjid Agung Jawa Tengah akan menggelar sholat gerhana dan pengamatan gerhana bulan total.
Menurut hasil perhitungan TOB Pascasarjana UIN Walisongo dan THR Menara Al-Husna, gerhana bulan akhir Januari mendatang akan dimulai sejak pukul 18:48:22 WIB yang merupakan awal gerhana, kemudian puncak gerhana bulan total akan terjadi pada pukul 20 : 29 : 46 WIB dan gerhana akan berakhir pada pukul 22 : 11: 11 WIB.

Gerhana bulan kali ini merupakan fenomena langka dan unik yang hanya akan terjadi dalam kurun 150 tahun satu kali. Gerhana bulan ini dikenal juga dengan sebutan Super Bloodmoon, sebagaimana yang telah dirilis secara resmi oleh BMKG dalam laman www.bmkg.go.id..

Pada 30 Januari 2018 pukul 16:56 WIB posiai bulan berada di perigee sejarak 358.993 km, jarak ini merupakan jarak terdekat bulan dari bumi. Kemudian pada 29,5 jam berikutnya, yaitu pada 31 Januari 2018 pukul 20:26 WIB, bulan berada dalam puncak fase purnamanya dan pada saat tersebut bulan mengalami peristiwa gerhana total yang dapat diamati dari seluruh Indonesia dari awal malam hingga tengah malam.

Puncak gerhana bulan total akan terjadi selama satu jam 16 menit atau 76 menit, yang menyebabkan bulan akan berwarna merah.

Berdasarkan pada fenomena alam tersebut, Pascasarjana UIN Walisongo Semarang dan Tim Hisab rukyah menara Al-Husna secara resmi telah menerbitkan surat edaran untuk masyarakat yang berisi informasi kondisi gerhana pada tanggal 31 Januari mendatang dan anjuran untuk melaksanakan salat sunnah gerhana bulan. Sholat gerhana bulan dapat dilakasanakan setelah melaksanakan salat Isya’,  dilaksanakan secara berjama’ah, kemudian dilanjutkan dengan khutbah dan memperbanyak bacaan takbir, tahmid dan tasbih.
Adapun pengamatan gerhana bulan sudah dapat dilakukan sejak pukul 18:48:22 WIB yang merupakan fase awal gerhana bulan dan berakhir pada pukul 22 : 11: 11 WIB.

Panitia dari TOB UIN Walisongo dan THR Menara Al-Husna MAJT telah merancang kegiatan guna memyambut peristiwa astronmi langka ini. Sholat gerhana akan dilaksanakan di Plaza Masjid Agung Jawa Tengah tepatnya di bawah payung elektrik, bertindak sebagai imam adalah Imam Besar Masjid Agung Jawa Tengah dan sebagai khotib adalah Dr. H. Ahmad Izzuddin, M. Ag.

Berdasarkan hasil prediksi, posisi bulan pada saat terjadi Gerhana nanti berada di sebelah Timur Utara maka jika dilakukan pengamatan dari plaza Masjid Agung Jawa Tengah akan sangat mudah sekali teramati sebab terbebas dari penghalang dengan demikian sholat gerhana Bulan nantinya akan menjadi semakin sempurna sebab langsung memadukan unsur ibadah dan ilmiah dengan menyaksikan fenomena alam.

Ketua Dewan Pelaksana Pengelola Masjid Agung Jawa Tengah Dr. H. Noor Ahmad, MA yang juga angota komisi VIII DPR RI mengapresiasi rencana kegiatan tersebut, pihakya sangat mendukung terselenggaranya acara ini. Dia juga sangat bangga MAJT dipilih sebagai pusat untuk melakukan pengematan gerhana bulan total dan sholat sunnah gerhana.

Ia juga menghimbua agara seluruh masyarakat Muslim khususnya di Jawa Tengah dapat turut serta mengikuti pengamatan gerhana bulan total sekaligus melaksanakan sholat sunnag gerhana di bawah payung electric Masjid Agung Jawa Tengah “Saya sangat spresiatif dan mendukung terselenggaraya acara ini. Ini merupakan kegiatan yang luar biasa dan tidak boleh kita lewatkan sebab ini merupakan momen yang langka,” katanya.

Senada dengan DPP MAJT, Kaprodi S2 Ilmu Falak UIN Walisongo Semarang yang juga merupakan koordinator Asosiasi Dosen Falak Indonesia dan Koordinator Tim Hisab Rukyah menara Al-Husna Masjid Agung Jawa Tengah Dr. H. Ahmad Izzuddin, M.Ag menyatakan pihaknya telah mempersiapkan dengan matang kegiatan untuk menyambut gerhana bulan ini. Pengecekan lokasi dan pemantauan kondisi cuaca akan terus dilakukan untuk memastikan masyarakat nantinya akan dapat melaksanakan sholat gerhana di Plaza Masjid Agung Jawa Tengah sekaligus langsung melaksanakan pengamatan gerhana bulan total. Beberapa mahasiswa telah diterjunkan untuk memantau kondisi dilapangan menjelang persitiwa ini. “Peristiwa gerhana Bulan total ini merupakan fenomena astronomi unik dan langka, oleh sebab itu kita harus menyambutnya dengan totalitas dengan melaksanakan kegiatan ibadah yang ilmiah, yaitu dengan melaksanakan sholat gerhana bulan dan pengamatan gerhana bulan yang akan dilaksanakan di bawah payung electric masjid Agung Jawa Tengah” paparnya. (ZP03)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here