SEMARANG – Duta Besar Uni Eropa dan 13 Dubes Negara-negara Eropa melakukan kunjungan ke Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) di Jalan Gajah Raya Semarang, Kamis (25/1). Kehadiran mereka disambut oleh pengurus masjid dipimpin Ketua Dewan Penasehat MAJT Ali Mufiz, MPA.

Kunjungan Duta  Besar Uni Eropa beserta rombongan ini merupakan rangkaian lawatan kunjungan kerja sama dengan Pemkot Semarang. Selain juga untuk menjalin misi budaya dan misi perdamaian.  Rombongan dipimpin oleh Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam HE Vincent Guerend. Mereka datang beserta sembilan Duta Besar Negara Uni Eropa, yaitu Austria, Belgia, Croasia, Denmark, German, Yunani, Irlandia, dan Itali), serta empat orang diplomat Eropa, yaitu dari Swedia, Prancis, German. Karena banyaknya tempat yang mereka dikungjungi sepanjang kemarin, mereka berada di MAJT hanya sekitar 30 menit, mulai pukul 14.15 hingga 14.45.

Ketua Dewan Penasehat MAJT Ali Mufiz, MPA yang mewakili ketua DPP MAJT menyatakan kunjungan Dubes ini penting sebagai sarana untuk mengenalkan keberadan serta kiprah MAJT di Jawa Tengah dan juga di Indonesia. Selain itu, juga menjadi bukti penting bawah MAJT akan terus menjaga hubungan budaya dengan berbagai pihak. Sebab walaupun adanya perbedaan etnis dan agama, perbedaan karena hal tersebut merupakan hubungan universal yang akan menyatukan berbagai masyarakat.

“Menjaga hubungan kemanusian tidak memandang agama, suku dan etnis. Islam memerintahkan umatnya untuk bisa menjaga hubungan dengan siapa saja,” kata mantan Gubernur Jateng ini.

Duta Besar Uni Eropa untuk Indoensia HE Vincent Guerend merasa sangat tersanjung dengan penyambutan oleh para pengurus MAJT. Dirinya mendapat informasi baru, karena dikenalkan dengan masjid yang sangat besar dan memiliki bangunan yang unik. Arsiteknya bagus, indah dan megah.

“Bangunan masjid ini unik,  karena menggabungkan seni dari berbagai etnik. Selain memiliki bangunan yang besar dan arsitektur yang bagus, MAJT juga memiliki peran yang besar bagi masyarakat Jawa Tengan, ” katanya.

Dia mengatakan, kedatangan ke Semarang, selain kerjasama pendidikan dan kerjasama dengan Pemkot Semarang, rombongan juga membawa misi damai dan menjalin persahabatan dengan masyarakat di Kota Semarang.

“Kami sangat ingin berdialog dengan para tokoh di Semarang untuk membahas situasi masyarakat Kota Semarang yang sangat toleran ini,” pungkasnya. (ZP04)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here