Long Weekend, Yuk Trip ke Gunung Andong

Gunung Andong, Magelang, Jawa Tengah

Keberadaan Gunung Andong, di Magelang, Jawa Tengah memang sangat cocok bagi para pendaki pemula. Jalur pendakian yang ringan, ditambah dengan suguhan keindahan alam akan menghipnotis setiap pasang mata pendaki. Selain itu untuk menadaki gunung ini pun tidak butuh waktu lama, jadi sangat cocok ketika dilakukan di akhir pekan.

Gunung Andong memiliki ketinggian 1.726 Mdpl. Terdapat tiga jalur untuk mendaki: mulai dari via jalur Dukuh Sawit, Gogik, dan Pendem. Jalur yang paling sering didaki adalah via jalur Dukuh Sawit, Girirejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang. Melalui jalur ini pendaki bisa menempuhya dalam waktu kurang lebih satu sampai dua jam saja.

Kondisi jalur pendakian

Sebelum mencapai puncak, pendaki akan melewati dua pos terlebih dahulu. Pos satu “Gill Cino” dan pos dua Watu Wayang. Sepanjang perjalanan dari bascamp Sawit pendaki akan melewati rumah-rumah warga, lahan pertanian khas dataran tinggi yang ditanami kol, wortel, cabai, tomat dan aneka sayuran lainnya. Namun ketika musim kemarau tiba, pendaki akan lebih banyak melihat hamparan tanaman tembakau.

Jalur pendakian Gunung Andong, kini jalurnya lebih luas dan aman bagi pendaki.

Setelah melewati perkebunan warga, pendaki akan mulai masuk pada barisan pohon pinus. Dari sinilah track mulai menanjak, membuat pendaki mulai merasa kelelahan. Jadi bersiap-siaplah ketika melewati batas perkebunan warga. Dari basecamp dibutuhkan waktu kurang lebih 30 menit untuk bisa mencapai pos satu.

Setelah melewati pos satu, pendaki akan menemukan sumber mata air yang jarang ditemukan di gunung lain, pendaki bebas mengambil sebanyak yang mereka butuhkan. Dari sumber mata air tersebut pendaki akan segera tiba di pos dua, dibutuhkan waktu sekitar 30 menit dengan medan yang sedikit menanjak.

Seusai pos dua pendaki akan bertemu dengan persimpangan jalan. Jika mengambil arah kiri, maka pendaki akan menemukan bangunan rumah, di dalamnya terdapat makam yang di keramatkan warga sekitar. Namun untuk menuju puncak, pendaki harus memilih jalur sebelah kanan.

Pemandangan di Puncak

Ketika kamu telah sampai di atas Gunung Andong, pendaki akan menemukan tiga puncak, yaitu Puncak Jiwa, Puncak Alap-alap dan yang tertinggi, “Puncak Andong”. Namun jika ingin menuju Puncak Alap-alap pendaki harus terlebih dahulu melewati jalan setapak sempit yang diberi nama Jembatan Setan. Sisi kanan-kirinya adalah jurang yang kapan saja dapat membahayakan pendaki jika tak berhati-hati.

Gunung Merbabu dan Merapi terlihat sangat jelas dari puncak Andong

Di puncak Andong pendaki dapat melihat indahnya pemandangan gunung-gunung di Jawa Tengah. Pendaki akan disuguhi kemegahan dan kegagahan gunung Merbabu, Merapi, Sindoro, Sumbing, dan Telomoyo yang membuat takjub siapapun yang melihatnya. Pendaki pun dapat menikmati pemandangan lahan pertanian dan rumah-rumah penduduk yang nampak kecil dan kemerlipnya lampu-lampu ketika malam tiba.

Ketika pagi menjelang, pendaki akan disuguhi dengan sensasi sunrise yang terbit di antara gunung Telomoyo dan Merbabu dengan warna keemasan yang indah, terutama pada bulan-bulan tertentu dan jika tak terterhalang kabut. Jadi ketika sunrise tiba sediakan kamera terbaik untuk mengabadikannya.

Keunikan Puncak Andong

Hal unik yang dapat ditemukan pada puncak gunung Andong, pendaki akan menemui warung-warung sederhana milik warga. Warung tersebut dibuat dengan bentuk kotak memanjang, yang disediakan ruang berukuran 4×5 meter. Warung ini biasa disinggahi para pendaki untuk sekadar melepas lelah sambil memesan kopi, susu, dan minuman hangat lainnya. Pendaki juga bisa memesan mie rebus, sehingga tak perlu susah-susah membawa bekal terlalu banyak.

Di warung-warung ini pendaki juga bisa merasakan keramahan warga Dukuh Sawit. Mereka melayani dengan senang hati, tak sungkan bercerita seputar kehidupan warga di sekitar lereng Gunung Andong. Tak luput pula mereka bercerita bagaimana bisa mendirikan warung di puncak gunung, serta bagaimana cara membawa barang-barang dagangan setiap harinya, tentu rasa capek adalah makanan biasa bagi para pemilik warung itu.

Waktu Terbaik dan Biaya Pendakian

Gunung Andong sendiri dapat dinikmati setiap hari dan khusus hari Sabtu-Minggu, pendaki harus bersabar dan mau bebagi tempat untuk mendirikan tenda. Pada akhir pekan inilah puncak Andong menjadi ramai pendaki yang datang dari berbagai kota. Pilihlah hari terbaik supaya bisa merasa nyaman dan bisa menghilangkan penat akibat stres dari beban kuliah, kerja, atau beben hidup lainnya.

Sedangkan bulan terbaik untuk mendaki gunung Andong adalah antara bulan Mei hingga Juli. Namun harus diperhatikan cuaca di gunung dapat berubah-ubah kapan saja, sehingga tubuh harus siap untuk segala kondisi. Sementara untuk biaya masuk, pendaki akan dikenai tarif empat ribu rupiah dan tiga ribu rupiah untuk parkir motor, namun harga ini bisa berubah kapan saja.

Transportasi

Untuk menuju ke gunung Andong dari arah utara (Semarang, Ungaran, Salatiga, Solo, Boyolali dan sekitarnya). Start dari jalan raya Semarang-Solo tepatnya di terminal Pasar Sapi Salatiga, dari Pasar Sapi belok ke arah Magelang (jalan raya Salatiga – Kopeng), nah dari Kopeng lanjut ke arah magelang menuju Pasar Ngablak.

Dari Pasar Ngablak lurus terus dan belok kiri di gapura yang pertama kearah Grabag (Mangli), jika melewati lapangan sepak bola Ngablak berarti anda di jalur yang benar, kemudian maju sekitar 2 KM akan ada pertigaan makam dusun kenteng (perhatikan Plang Arah Penunjuk jalan), belok kiri dan ikuti jalan itu sampai bertemu plang selanjutnya SD Girirejo 2 (belok kanan) dan sampailah di Dusun Sawit. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here