Pertumbuhan Ekonomi Jateng 2023 Ditarget 5,5%

SEMARANG- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong pertumbuhan ekonomi. Hingga akhir 2023, pertumbuhan ekonomi ditargetkan mencapai 5,5 – 5,8%.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sri Puryono mengemukakan, untuk mencapai target tersebut, akan dilakukan berbagai upaya, salah satunya mendorong investasi di provinsi ini.

Sri Puryono menambahkan, untuk menarik investor, Pemprov Jateng memberikan proses perizinan yang mudah yakni melalui online single submission (OSS). Selain itu, pengembangan kawasan industri juga terus dilakukan.

“Ada beberapa prioritas yang nanti akan dikembangkan di Jawa Tengah, yang sudah diperintahkan Komisi XI kepada Bappenas, di antaranya pengembangan kawasan industri di Brebes. Di sana sudah tersedia lahan seluas 7.500 hektare dan itu sudah dalam penguasaan Pemkab Brebes. Mari kita dorong,” jelas Sri Puryono, Rabu (26/9).

Sri Puryono menjelaskan, selain kawasan industri, potensi destinasi wisata Jateng juga terus dikembangkan. Termasuk pengembangan Karimunjawa sebagai destinasi wisata unggulan yang kini telah didukung dengan hadirnya penerbangan reguler Nam Air dan Wings Air. Penerbangan reguler tersebut mempersingkat waktu tempuh pelancong untuk tiba di Karimunjawa.

Mantan Kepala Dinas Kehutanan itu mengungkapkan, Pemprov Jateng terus berupaya menyediakan tenaga kerja kompetitif. Salah satu caranya adalah mereplikasi kesuksesan SMKN Jateng yang telah mencetak lulusan siap kerja, bahkan cukup banyak siswa yang memeroleh tawaran kerja sebelum mereka lulus.

“Untuk ketersediaan tenaga kerja kompetitif, SMK Jawa Tengah ini ada tiga, nanti kita replikasi. Nanti bisa memanfaatkan kerja sama dua SMK menjadi satu, tidak harus membangun sekolah baru. Teknisnya ada pada dinas pendidikan,” lanjutnya.

Sri Puryono juga berpesan agar SKPD menyusun rencana strategis (renstra) 2019-2023 secara cermat. Inovasi dan kreativitas jajarannya sangat diharapkan untuk bisa mewujudkan visi dan misi gubernur.

“Renstra lima tahun ke depan saya pesan betul, tim internal di dinas itu segera disusun. Renstra jangan hanya asal – usul. Panjenengan harus punya proyeksi, punya prediksi ke depan mau apa. Inovasi dan kreasi saya tunggu,” pungkasnya. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here