Puluhan Pedagang Masih Bertahan di Pasar Yaik Meski Sudah Ada Tempat Relokasi

PEDAGANG- Waginem, pedangang sayur di Pasar Yaik Baru tengah sibuk mengupas bawang putih, Jumat (13/4). 

SEMARANG- Puluhan pedagang mulai dari pedagang sayuran, tas hingga penjual makanan terlihat masih berjualan di lokasi Pasar Yaik Baru, meski telah diminta pindah beberapa waktu lalu.

Salah satu pedagang sayuran, Waginem mengtakan ia memilih tetap berjualan di Pasar Yaik karena lebih laku ketimbang berjualan di tempat relokasi yang ada kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).

“Belum pindah, sama enggak tau kapan pindahnya, soalnya masih suka jualan di sini,” kata Waginem yang telah berjualan aneka sayuran selama lebih dari 30 tahun itu, Jumat (13/4).

Waginem mengungkapkan, kondisi Pasar MAJT yang belum tertata rapi, turut mengurangi niatnya untuk ikut pindah. Padahal, jika disediakan lapak yang layak ia mengaku mau saja jika disuruh pindah.

“Di sana lapaknya kan harus bangun sendiri, enggak ada yang bangunin. Dan kalau di sini kan udah punya tempat, sudah puluhan tahun juga,” ungkapnya

Senada dengan Waginem, pedagang sayuran, Somah mengungkapkan, ia sebelumnya telah melihat-lihat lokasi pasar di MAJT. Namun karena terlihat seperti lapangan menjadikannya batal pindah.

“Saya sudah lihat-lihat kesana kemarin. Tapi bentuknya kan masih kayak lapangan, masih darurat, terus lapak-lapaknya juga belum tau saya harus pilih di mana,” ujar Somah.

Sementara, sehari sebelumnya pihak Dinas Perdagangan Kota Semarang telah melakukan pemutusan aliran listrik di kios dan los Pasar Yaik Baru. Hal itu dilakukan melihat telah ada pemenang lelang yang siap melakukan pembangunan pasar. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here