Supriyadi : Bentuk Tanggung Jawab Moral Harusnya Mundur

Semarang – Kalangan legislatif Kota Semarang angkat bicara terkait dengan kelangkaan pasokan air bersih di Kota Semarang.
Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi meminta Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi untuk mengganti Plt Direktur Utama PDAM Tirta Moedal M. Farchan dan mengganti direktur teknik Ali. Kedua pejabat PDAM ini dinilai tidak optimal karena masih merangkap pejabat struktural di Pemkot Semarang.
Diketahui M.Farchan saat ini merupakan Sekretaris Bappeda dan Ali adalah Sekretaris Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP). Dengan merangkap jabatan keduanya tidak bisa maksimal, karena tenaga dan pikirannya harus terbagi.
“Bentuk tanggung jawab moral harusnya mundur tanpa harus diberhentikan karena memang ngga optimal dalam menjalankan tugas dengan rangkap jabatan,” ujarnya Selasa (8/5).
Menurut politisi PDIP ini kedua pejabat tersebut tenaga dan pikirannya lebih dibutuhkan pada masing-masing instansinya. Perencanaan kota Semarang lanjut Supriyadi butuh tanggungjawab yang lebih besar. Pun demikian dengan Ali.
Dikatakan Supriyadi kondisi pelayanan PDAM Kota Semarang tahun ini merupakan yang terparah. Cukup banyak keluhan dari masyarakat terkiat dengan seringnya tidak mengalirnya pasokan air bersih dari PDAM.
“Tidak hanya Wali Kota yang mendapatkan keluhan ini tapi juga sebagian besar Dewan menerima keluhan ini karena matinya air dengan cakupan wilayah yang sangat luas ini sangat dikeluhkan sebagian warga masyarakat Semarang,” imbuhnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Wali Kota Semarang marah besar saat melakukan sidak ke PDAM. Kemarahan  Wali Kota karena PDAM tidak mampu memenuhi pasokan air bersih kepada masyarakat.
Walikota akhirnya minta kepada jajaran PDAM untuk mencari alternatif pasokan air untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Kota Semarang.(ZP/01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here