Surat BPN 2014, Lahan Jalan S Parman 60 Atas Nama Mardeo

Surat dari BPN yang menyatakan sertifikat HGB lahan Jalan S Parman atas nama Mardeo.

SEMARANG – Polemik sengketa lahan di Jalan S Parman 60 Semarang antara keluarga ahli waris Alm Brigjen (Purn) Mardeo dengan Kodam IV Diponegoro dipastikan akan memuncak. Apalagi Kodam IV Diponegoro sudah melayangkan dua kali surat peringatan agar dilakukan pengosongan atas lahan tersebut.

Pada surat peringatan kedua, Kodam IV Diponegoro memberikan waktu pengosongan selama 30 hari, sejak surat dikeluarkan pada 8 Oktober 2018. Dengan demikian atasnya pada Kamis, 8 November 2018 rumah diatas lahan tersebut harus sudah dikosongkan.

Bayang-bayang eksekusi atau pengosongan paksa kini dirasakan pihak keluarga ahli waris Alm Brigjen (Purn) Mardeo. Pihak keluarga pun sangat berharap Kodam IV Diponegoro menunggu proses hukum yang sedang berjalan atas sengketa lahan tersebut.

Dalam gugatan yang dilayangkan ke Pengadilan Negeri Semarang, pihak keluarga ahli waris Alm Brigjen (Purn) Mardeo yang dikuasakan dari Ace Wahyudin, SH dan Susilowati, SH & Partners memiliki pertimbangan dasar hukum yang dinilai kuat atas kepemilikan lahan tersebut.

Salah satu dasar hukumnya adalah sertifikat hak guna bangunan (HGB) atas nama Mardeo. “Tahun 2014 kita cek lagi ke Badan Pertanahan Nasional di Semarang lahan tersebut masih sertifikat HGB atas nama Mardeo,” ujar, perwakilan pengacara keluarga ahli waris Alm Brigjen (Purn) Mardeo, Ace Wahyudin, SH.

Selain itu juga akta jual beli lahan pada 1976 dimana Mardeo membeli lahan tersebut dari PT Rajawali Nusantara Indonesia. “Akta jual beli lahan itu juga masih tersimpan sampai sekarang,” tegasnya.

Begitu juga sampai sekarang pihak keluarga ahli waris masih membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) atas nama Mardeo.

Saat ini rumah yang ada di Jalan S Parman 60 Semarang itu masih dihuni keluarga ahli waris Alm Brigjen (Purn) Mardeo. (ZP/01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here