SEMARANG- Benar benar ada kejutan di Pilgub Jateng 2018. PDIP kembali menunjuk Ganjar Pranowo sebagai calon gubernur Jateng di Pilgub 2018 ini. Padahal sebelumnya sempat diragukan partai ini akan kembali menunjuk Ganjar lantaran ada dugaan suami dari Siti Atiqah terlibat kasus korupsi e-KTP.
Kejutan selanjutnya, cawagub yang dipilih bukan dari kadernya sendiri melainkan kader PPP, yaitu Taj Yasin. Dia adalah salah satu putra KH Maemun Zubair ulama kharismatik dari Rembang dan sekarang menjadi anggota Komisi E DPRD Jateng. Sebelumnya, Taj Yain juga tidak pernah melamar resmi ke PDIP, sebagai bacagub atau bacawagub.

Saat ini PDIP Jateng memiliki 27 kursi di DPRD Jateng, dimana bisa maju sendiri seperti pada tahun 2013 dimana saat itu hanya memiliki 23 kursi. Dengan jumlah kursi yang lebih banyak, justru kini memilih memilih calon wakil dari partai lain. Banyak yang terkejut dengan hal ini.
Pasangan Ganjar – Yasin sudah resmi diumumkan ke publik pada Minggu (7/1) pukul 10.30 oleh Ketua Umum PDIP Megawati di Kantor DPP PDIP Jakarta.
Megawati Soekarnoputri mengumumkan enam pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur. Selain Jateng, lima daerah lain yaitu Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur.

 

Dalam acara yang berlabel rapat koordinasi itu, Megawati menyampaikan bahwa partainya mengusung Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Pangihutan Hamonangan Sitorus untuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara.

Djarot adalah mantan Gubernur DKI Jakarta, sementara Sihar adalah staf ahli di Kementerian Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan.

Untuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sumatera Selatan, PDI Perjuangan mengusung pasangan Dodi Reza Alex Nurdin dan H Muhammad Giri Ramandha Kiemas.

Dodi Reza Alex Nurdin adalah Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar yang kemudian menjadi Bupati Musi Banyuasin di Sumatera Selatan, sementara Giri Ramandha adalah Anggota DPRD Sumatera Selatan dan pengurus DPD PDI Perjuangan Sumatera Selatan.

Selain itu, partai mengusung pasangan Mayjen TNI (Purn) Tubagus Hasanuddin dan Irjen Pol Anton Charliyan untuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat. Tubagus Hasanuddin adalah Wakil Ketua Komisi I DPR RI dan Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, sedangkan Anton Charliyan adalah Kapolda Jawa Barat.

Di Pilkada Kalimantan Barat, PDI Perjuangan mengusung pasangan Karolin Margret Natasa, putri mantan gubernur Kalimantan Barat selama dua periode Kornelis yang menjadi bupati Landak, dan bupati Bengkayang selama dua periode Suryatman Gidot.

PDI Perjuangan juga mengumumkan dukungannya pada mantan Kepala Polda Kalimantan Timur yang saat ini menjadi perwira tinggi di Mabes Polri, Irjen Pol Safaruddin, untuk mengikuti pemilihan gubernur di Kalimantan Timur, namun belum mengumumkan calon yang dipilih mewakili Safaruddin. (zp/03)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here