Yayasan Puhua dan FP One Beri Bantuan APD Untuk Tenaga Medis

FP One dan Yayasan Puhua menyerahkan bantuan APD kepada Keuskupan Purwokerto. (FOTO : Ning Effendi)

PURWOKERTO – Yayasan Puhua bersama dengan FP One memberikan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) untuk tenaga medis di Banyumas. Pemberian bantuan dilakukan di Keuskupan Purwokerto, Minggu (26/4/2020).

SekretarisYayasan Puhua sekaligus leader FP One, Kartika Wijaya mengatakan, tenaga medis merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan, di tengah pandemi Covid-19 keamanan mereka dalam menjalankan tugas mulianya harus diperhatikan. Tak hanya tenaga medis di rumah sakit, tetapi juga harus sampai para tenaga medis di puskesmas-puskesmas.

“Hari ini kita berikan bantuan baju APD untuk tenaga medis di rumah sakit Katolik di wilayah Keuskupan Purwokerto, juga bantuan APD untuk 20 puskesmas di Banyumas serta untuk rumah sakit umum yang diberikan melalui Pemkab Banyumas,” katanya.

Menurut Kartika, dalam waktu 3 hari terakhir terkumpul 750 APD dan langsung disalurkan untuk rumah sakit di wilayah Keuskupan Purwokerto, serta rumah sakit umum hingga puskesmas.

Lebih lanjut Kartika menjelaskan, ia mendapat informasi langsung dari salah satu bidan di Puskesmas Ajibarang, bahwa mereka menggunakan jas hujan tipis seharga Rp 5.000an sebagai APD dalam menjalankan tugasnya. Bidan tersebut langsung melakukan video call dengan memperlihatkan APD jas hujan yang kenakannya. Hal tersebut membuat Kartika tersentuh dan langsung mengumpulan bantuan APD untuk disalurkan.

“Tenaga medis di puskesmas merupakan ujung tombak, mereka yang berhadapan langsung dengan orang yang sakit dan bisa jadi mereka yang sakit dan berobat ke puskesmas pada akhirnya diketahui positif terkonfirmasi Covid-19. Sehingga para bidan di puskesmas juga harus mendapatkan APD yang layak,” tegas Kartika.

Sebagai tahap awal ada 20 puskesmas yang diberikan bantuan APD, masing-masing mendapatkan 5 buah APD. Namun untuk selanjutnya, kata Kartika, kebutuhan APD para bidan di puskesmas juga akan menjadi perhatian khusus.

Sementara itu, Vikaris Jenderal Keuskupan Purwokerto, Romo Yohanes Suratman mengatakan, pandemi Covid-19 merupakan momentum untuk semua umat bersatu, tanpa membedakan golongan, ras, suku dan lainnya. Bersatu dalam kepedulian untuk menghadapi pandemi Covid-19.

“Saya percaya Tuhan itu baik, sehingga pasti dibukakan jalan untuk keluar dari situasi sulit ini. Dan saya juga ucapkan terima kasih atas kepedulian dari puhua cafe dan fb one terhadap para tenaga medis,” katanya.

Menurut Romo Yohanes, ada enam rumah sakit Katolik yang berada di wilayah Keuskupan Purwokerto, yaitu RS Elisabeth Purwokerto, RS Santa Maria Pemalang, RS Budi Rahayu Pekalongan, RS Santa Maria Cilacap, RS Palang Biru Kutoarjo dan RS Palang Biru Gombong. Bantuan APD akan disalurkan untuk 6 RS tersebut, serta untuk beberapa klinik yang ada di Purwokerto.

“Kebutuhan tenaga medis, selain APD juga masker, sarung tangan serta vitamin untuk menunjang stamina tubuh, RS di wilayah kita selalu mengkomunikasikan apa saja kebutuhan mereka yang belum terpenuhi dan kita dari keuskupan akan berusaha untuk membantu,” pungkasnya. (Ning Effendi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here