200 Pelaku Ekonomi Kreatif Ikuti Bekraf Business Matching di Hotel Grand Arkenso Semarang

Sebanyak 200 pelaku usaha ekonomi kreatif (ekraf) di kota Semarang mengikuti kegiataan Business Matching yang diadakan oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) di Hotel Grand Arkenso Parkview Semarang, Selasa (10/4).

SEMARANG- Sebanyak 200 pelaku usaha ekonomi kreatif (ekraf) di kota Semarang mengikuti kegiataan Business Matching perbankan konvensional yang diadakan oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) di Hotel Grand Arkenso Parkview Semarang, Selasa (10/4).

Dalam kegiatan tersebut Becraf memberikan fasilitas bagi pelaku ekraf bertemu dengan perbankan selaku pemberi modal.

Direktur Akses Perbankan Bekraf, Restog K. Kusuma mengatakan, melalui kegiatan tersebut diharapkan para ekraf bisa mengetahui cara mendapatkan kepercayaan dari bank sehingga bisa diberikan modal usaha.

“Bank pada umumnya akan masuk saat usaha bapak dan ibuk sudah stabil. Kalau belum maka bank tidak berani masuk, soalnya bank itu melihat legalitas usaha, jadi legalitas sebagai unsur menambah keyakinan bank,” kata Resto K. Kusuma.

Dijelaskan, selain itu bank akan melihat kondisi internal maupun eksternal suatu usaha, mulai dari kerakter, kondisi, hingga melihat sejauh mana para pelaku ekraf mampu mengembalikan dana pinjaman.

“Jadi wajib diperhatikan, ini jadi pedoman. Biasanya bank juga akan meminta penambah keyakinan, meminta sejumlah jaminan,” ujarnya.

Deputi Akses Permodalan Bekraf, Fadjar Hutomo menambahkan, melalu kegiatan tersebut Bekraf menjembatani pelaku usaha ekraf untuk berinteraksi langsung dengan perbankan konvensional, sehingga diharapkan mereka bisa mendapatkan pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan dan business model mereka.

“Disisi lain, perbankan konvensional juga mengetahui kebutuhan model pembiayaan pelaku usaha ekraf, sehingga mereka bisa menyesuaikan persyaratan pengajuan pembiayaan,“ ungkap Fadjar Hutomo.

Kepala Bidang Pemberdayaan Koperasi, Kota Semarang, Sudarnyanto mengungkapkan, pihaknya sangat mendukung kegiatan tersebut, karena hal itu sesuai dengan visi misi pemerintah dalan memajukan perekonomian masyarakat.

“Kegiatan ini agar dimanfaatkan pelaku UMKM, agar terus berkarya dan kreatif.
Pemerintah hadir menfasilitasi permodalan dan Pemkot sangat mendukung, karena ini sejalan dengan visi misi dalam meningkatkan perekonomian masyarakat,” tuturnya.

Anggota Komisi X DPR RI, A Mujib Rohmat mengatakan, pemerintah sangat mendukung kegiatan tersebut, dan DPR memiliki tugas dalam mendorong kemajuan ekonomi masyarakat.

“Ada tiga fungsi DPR dalam mendorong dan meningkatkan ekonomi masyarakat, kami bertugas membuat legislasi melalui UUD, kedua budgeting, dan ketiga pengawasan dan menyerap aspirasi masyarakat, khusunya masyarakat ekonomi yang ingin megembangakan ekonominya,” tandasnya. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here