Bingung Pilih Menabung Saham atau Investasi Reksa Dana? Yuk Cek Untung-Ruginya

    Ilustrasi/istimewa

    PILIHAN investasi zaman sekarang memang terdiri dari banyak variasi. Beda dengan zaman dulu yang masih berkutat seputar tanah, rumah, emas atau menyimpan uang di balik kasur.

    Saat ini investasi telah didukung dengan kemudahan dan semua sudah bisa online. Selain itu modal awal investasi juga tidak mahal, cukup mulai Rp 5000 sudah bisa investasi. Tidak cuma investasi emas, tapi investasi saham dan reksa dana pun sekarang tidak butuh modal besar.

    Lantas pilih mana? Menabung saham atau investasi reksa dana? Yuk cek dulu untung ruginya:

    Menabung Saham

    Cara kerja menabung saham sama seperti menabung biasa. Dan pilihan menabung saham ini telah dikampanyekan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak lama.

    Nasabah menyetor sejumlah uang ke bank, kemudian broker saham akan menggunakan dana tersebut untuk dipakai membeli saham. Nasabah bebas memilih saham yang dikehendaki sesuai dengan jumlah setoran.

    Cara kerjanya juga tergolong mudah. Nasabah rutin menyetor dana yang sudah disepakati di awal. Kemudian dalam jangka waktu tertentu nasabah akan menerima dividen.

    Kelebihan

    – Mudah membuka rekening saham karena sudah banyak bank yang bekerja sama dengan broker saham

    – Modal yang dibutuhkan tergolong kecil karena banyak saham yang dijual mulai dari ribuan rupiah

    – Bisa autodebet

    – Selain selisih penjualan saham, nasabah akan menerima dividen setiap tahun yang besarnya tergantung pendapatan bersih perusahaan

    Kekurangan

    – Jangka waktu investasi menabung saham tergolong panjang. Bisa 5 hingga 10 tahun

    – Saham yang memberikan keuntungan besar (blue chip) biasanya mahal. Kisaran puluhan ribu rupiah

    – Risiko investasi besar karena beragam faktor ekonomi.

    – Investasi tidak terdiversifikasi, jadi risiko makin besar

    – Tidak bisa diwariskan

    Investasi Reksa Dana

    Investasi reksa dana telah menjadi pilihan banyak orang. Alasannya tentu karena kemudahannya. Pemerintah bahkan telah menunjuk bank dan BUMN untuk mengelola reksa dana.

    Kelebihan

    – Modal investasi murah, mulai dari Rp 100 ribu sudah bisa membeli reksa dana

    – Pilihan reksa dana banyak. Mulai dari reksa dana campuran, pasar uang dan obligasi

    – Bisa autodebetBisa diwariskan.

    – Bisa diwariskan

    – Modal aman karena disimpan oleh bank kustodian. Jadi ketika manajer investasi bangkrut, modal tetap aman.

    Kekurangan

    – Return reksa dana tergolong kecil jika dibandingkan saham

    – Jangka waktu investasi pendek

    – Dividen gak langsung ke investor, tapi masuk ke Nilai Aktiva Bersih (NAB)

    Bagaimana masih bingung? Tidak perlu bingung, karena pada dasarnya semua jenis investasi itu bagus. Kamu tinggal sesuaikan saja dengan jenis kebutuhan dan niat mu. (ZP/05)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here