FFI Bangun Komunikasi dengan Peternak Sapi Perah

Ngariung Cerdas Bareng Peternak’ di Salatiga

Frisian Flag Indonesia (FFI) kembali menunjukkan komitmennya terhadap perkembangan industri sapi perah di Indonesia

Semarang – Frisian Flag Indonesia (FFI) kembali menunjukkan komitmennya terhadap perkembangan industri sapi perah di Indonesia dengan mengadakan acara ‘Ngariung Cerdas Bareng Peternak’ di Salatiga, Jawa Tengah, Jum’at (4/5).

“Ngariung Cerdas Bareng Peternak” yang diinisiasi sejak tahun 2016 ini untuk membangun komunikasi dua arah antara FFI sebagai pelaku industri, ahli peternakan dan peternak sapi perah untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai tata kelola dan tata laksana peternakan yang baik (Good Dairy Farming Practice – GDFP).

‘Ngariung Cerdas Bareng Peternak Salatiga’ merupakan yang pertama diselenggarakan di Jawa Tengah. Salatiga sendiri merupakan salah satu daerah dengan potensi dan populasi sapi perah di Jawa Tengah, dengan jumlah lebih dari 3.400 sapi perah pada tahun 2015.

Acara diadakan di KUD Wahyu Agung, Getasan, dimana sekitar 40 peternak berkesempatan untuk melakukan diskusi bersama panel ahli yang beranggotakan Fresh Milk Relationship Manager FFI, Efi Lutfillah, DDP expert  yang juga merupakan Kepala Divisi Teknologi Hasil Ternak, Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan, Fakultas Peternakan IPB, Dr. Epi Taufik, S.Pt., MVPH, M.Si serta Kepala KUD Wahyu Agung, Marsudi Mulyo Utomo.

Fresh Milk Manager Frisian Flag Indonesia, Efi Lutfilah mengemukakan, FFI sebagai pelaku industry, terus berupaya mendukung program pemerintah yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan susu nasional.

Dairy Development Program (DDP) yang dijalankan sejak tahun 2013 merupakan komitmen jangka panjang perusahaan terhadap pengembangan peternakan sapi perah di Indonesia secara khusus dan perekonomian Indonesia secara umum. “Ngariung Cerdas Bareng Peternak’ menjadi salah satu inisiatif strategis kami untuk membangun komunikasi dua arah antara  peternak sapi perah  dan para ahli peternakan sehingga terjalin pertukaran ilmu peternakan yang diharapkan dapat membantu kemajuan dan kesejahteraan peternak,”katanya.

Kepala Divisi Teknologi Hasil Ternak, Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan, Fakultas Peternakan IPB, Dr. Epi Taufik mengemukakan, penerapan GDFP secara konsisten sangat penting bagi peternak.

“GDFP memang terdiri dari banyak elemen praktik peternakan, namun dapat difokuskan kepada lima poin utama, yaitu kesehatan hewan ternak, pakan ternak, air, pencatatan, dan lingkungan. Bila kelima poin utama ini bisa dipenuhi, maka perlahan tapi pasti para peternak akan mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas susu hasil ternaknya,” ujarnya.

Kepala KUD Wahyu Agung, Marsudi Mulyo Utomo menyambut baik inisiatif ‘Ngariung Cerdas Bareng Peternak’ sebagai bentuk kegiatan dan kolaborasi yang strategis bagi para peternak binaan di daerahnya.

Dia menjelaskan, KUD Wahyu Agung sendiri mempunyai 50 peternak sapi perah aktif dan mengawasi kurang lebih 1.100 peternak di Salatiga. Dengan populasi total sapi perah lebih dari 3.000 ekor, mereka mampu  memproduksi 21 ton susu sapi per hari. FFI melalui Dairy Development Program ikut serta dalam memajukan kesejahteraan peternak Salatiga dengan memberikan pelayanan teknik dan non-teknik kepada peternak, pengumpulan susu secara higienis dan tertata rapi, dan demo peternakan sejak tahun 2014. Hal ini berbuah perubahan pada peningkatan kinerja prosedur di level koperasi dan tingkat produksi yang higienis di level peternak sapi perah.

“Kami berharap program ini dapat terus berlanjut dan kami dari koperasi siap untuk bersinergi lebih lanjut dengan FFI untuk menjadikan kegiatan ini sebuah program yang berkelanjutan dan berkesinambungan di Salatiga,” ungkap Wahyu.(Zp/01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here